BAB III DEDICATED HOSTING SERVER


BAB III      DEDICATED HOSTING SERVER


KOMPETENSI INTI

3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

KOMPETENSI DASAR

3.13 Mengevaluasi dedicated hosting Server.

4.13 Mengkonfigurasi Dedicated Hosting Server.


 ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII


APERSEPSI

Dedicated Server merupakan server yang disediakan sendiri oleh user atau disewa dari jasa pemilik server pusat. Secara mendasar, dedicated server termasuk jenis server pribadi yang hanya digunakan sebagai tempat menyimpan blog/web dengan kunjungan yang extrim, sehingga mampu menangani beban yang sangat tinggi dan melayani jumlah pengunjung yang di atas level jutaan.

Misalnya Facebook/Google yang menggunakan jenis dedicated server. Oleh sebab itu, Dedicated Server tidak bisa dioperasikan dalam shared hosting atau VPS. Sementara dedicated hosting identik dengan layanan hosting di mana sebuah server yang dipakai oleh sebuah account (atau sebuah website, seorang klien) saja. Dengan demikian, dedicated server memiliki performa dan privasi yang lebih baik, karena server tidak dipakai oleh pihak ketiga. Dedicated hosting terdiri dari colocation (di mana mesin disediakan oleh klien sendiri dan ditaruh di data center penyedia hosting) serta dedicated server di mana mesin disediakan oleh pihak penyedia hosting.

MENGAMATI

Pelajarilah buku teks maupun sumber lain tentang dedicated hosting server dengan baik dan benar!

AYO PAHAMI

A. Evaluasi Dedicated Hosting Server

Tidak ada situs atau aplikasi lain yang bisa dihosting di dalam satu server yang sama. Hal ini berarti bahwa klien mendapatkan penggunaan eksklusif dari semua sumber daya utama server yang terdiri atas CPU, RAM, dan HDD. User dapat menginstal pilihan sistem operasi dan distro tertentu (misalnya Debian, Ubuntu, CentOS). Beberapa keuntungan dalam menggunakan dedicated servers diantaranya kehandalan tinggi, tingkat kinerja tinggi, tingkat keamanan tinggi, reputasi IP yang lebih baik karena


tidak berbagi dengan website lain yang berarti tidak akan bertemu dengan 'tetangga yang dapat mengganggu kinerja website tersebut. Sedangkan pada sisi negatifnya, dedicated server identik dengan solusi yang lebih mahal dengan menawarkan kekuatan yang jauh lebih besar namun jika sumber daya tambahan dibutuhkan (misalnya CPU, RAM, HDD), maka ini akan memerlukan downtime untuk meningkatkan versi komponen dan dalam kasus terburuk, memerlukan migrasi ke server fisik baru.




1. Kendala Hosting

Banyak pemilik website direpotkan dengan hal teknis seperti instalasi dan konfigurasi server, belum lagi dengan troubleshooting yang harus dilakukan terkait kinerja server. Ada waktu di mana sebuah website tidak lagi bisa dilayani oleh shared hosting biasa, sementara untuk sewa /memiliki server sendiri pemilik website tidak memiliki kompetensi dalam pengelolaan server. Sebab, secara mendasar web hosting merupakan salah satu faktor penentu perkembangan dan kesuksesan website yang dimiliki user. Faktanya, hosting bukan sebatas sebagai brankas file website, tetapi lebih pada penentuan performa website dalam berbagai kondisi, khususnya disaat menghadapi lonjakan traffic yang signifikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan layanan hosting berkualitas untuk mengoptimalkan performa website. Tanpa hal tersebut, sebuah website tidak akan bisa berkembang sesuai espektasi meskipun sudah melakukan banyak hal. Secara teori, hosting juga berpengaruh terhadap SEO seperti website lambat, server down, dan roll-back content sangat berdampak terhadap kualitas SEO suatu website, dimana hal tersebut disebabkan oleh layanan hosting yang tidak bermutu.

2. Manfaat Dedicated Server

Dedicated server menyediakan layanan hosting yang kuat, dapat diandalkan, dan aman. Dalam hal ini, user akan memiliki ruang yang cukup disk dan bandwidth sangat besar, lalulintas tinggi, atau situs-situs mission-critical yang umumnya dibutuhkan oleh perusahaan besar, organisasi data berat, dan komunikasi online aktif. Dedicated server memiliki kemampuan lebih besar untuk menginstall dan menjalankan aplikasi piranti lunak sehingga bisa menerima lebih banyak ruang dan alat-alat sederhana untuk operasional. Dedicated server sangat cocok untuk mereka yang membutuhkan layanan yang sangat baik. Dengan menempatkan sebuah website di dedicated server hosting, kemungkinan menghadapi masalah yang berkaitan dengan offline atau downtime akan berkurang drastis.

3. Cara Kerja

Layanan hosting khusus menawarkan ruang dan bandwidth untuk host website diserver. Dedicated server tersedia di Unix/Linux atau server Windows, dengan kinerja dan keamanan yang lebih tinggi. Hal ini juga menawarkan layanan untuk mengelola dan memelihara server, backup data, memonitor lalu lintas Server, mengakses dukungan teknis, dan meningkatkan rencana sebagai perubahan kebutuhan.

4. Memilih Dedicated Server

Dedicated hosting mengacu pada skenario pada sebuah situs web (atau kumpulan situs web terpadu) dihosting diserver fisiknya sendiri yang berbeda dan tidak berbagi hardware/software dengan situs web yang lainnya. Server akan disewa dari penyedia hosting dan ditempatkan secara fisik didata center. Seperti shared hosting atau VPS, paket dedicated hosting bisa dikelola sendiri atau bisa masuk dalam berbagai elemen hosting yang dikelola, dari menyediakan panel kontrol yang memungkinkan klien untuk meminta tugas pemeliharaan otomatis hingga untuk meminta dukungan teknisi dalam panggilan 24/7. Beberapa parameter yang perlu diperhatikan dalam memilih dedicated server sebagai berikut.

a. Spesifikasi Server

Spesifikasi pendukung dedicated hosting penting untuk memastikan bahwa spesifikasi server yang digunakan berbeda dengan layanan shared hosting biasa. Mestinya harus mampu mengoptimalkan performa website. Beberapa penyedia layanan dedicated hosting telah mengaplikasikan teknologi Cloud VPS Parallel untuk server yang digunakan dalam melakukan kustomisasi modul server menggunakan dukungan cPanel.

b. Kapasitas Memory

Ketika ingin memilih layanan dedicated hosting untuk website, pastikan memory yang mendukung website mampu memberikan performa terbaik. Kecepatan akses merupakan salah satu aspek terpenting yang pastinya tidak bisa ditawar-tawar. Jika perlu menganalisa terlebih dulu penyedia hosting dengan memastikan memberikan RAM yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan website.

c. Faktor Keamanan

Dalam memilih dedicated hosting, mempertimbangkan keamanan data website yang disediakan oleh provider menjadi suatu keharusan. Dengan tingkat keamanan layanan dedicated hosting yang tinggi, terlebih lagi jika berupa website e-commerce yang memiliki banyak data penting. Untuk menghindari kerugian, penyedia dedicated hosting dapat memberikan jaminan berupa hardware dan software berlisensi untuk keamanannya.

d. Dukungan Teknis

Pengguna dedicated hosting adalah mereka yang memiliki website premium, sehingga tepat untuk mendapatkan prioritas pelayanan. Tentukan pilihan pada penyedia dedicated hosting yang siap memberikan dukungan teknis terbaik. Mestinya mereka menawarkan berbagai macam sarana komunikasi untuk membantu mengatasi setiap masalah tata-kelola dedicated hosting yang dihadapi.

e. Harga

Tanpa mengesampingkan kualitas, harga merupakan salah satu faktor penting yang selalu menjadi aspek pertimbangan. Harga mahal bukan indikator kualitas layanan, dan harga murah juga tidak selalu berujung murahan. Pilihan penyedia hosting yang menawarkan harga terbaik dengan mutu layanan sudah teruji.




MENANYA

Masing-masing siswa membuat beberapa pertanyaan tentang memilih dedicated server yang kurang dimengerti kemudian saling tukar dengan teman sebangku. Mintalah mereka untuk menjawabnya. Apabila mengalami kesulitan bertanyalah pada guru!

B. Konfigurasi Dedicated Hosting Server

Dedicated hosting identik dengan sebuah layanan hosting yang dikelola oleh provider hosting, di mana klien dapat menyewa seluruh server dan tidak akan membagikan dengan siapa pun. Ini akan memberikan lebih banyak keuntungan dibanding saat website profesional hanya menggunakan shared hosting biasa. Karena dalam satu server hanya terdapat satu account hosting dan kebebasan menggunakannya sesuai kebutuhan masing-masing. Apalagi dengan semakin meningkatnya traffic pengunjung, akan menuntut kemampuan lebih dari server yang digunakan. Sebuah dedicated server yang menawarkan kontrol yang maksimum atas web server website, layaknya menyewa seluruh server dan website tersebut sebagai satu-satunya situs yang tersimpan di server.

1. Pengenalan Domain Name

Sebuah situs web secara tidak langsung memerlukan nama domain. Sebuah nama domain bukan sesuatu fisik yang dapat disentuh atau dilihat; tetapi hanyalah serangkaian karakter yang memberikan identitas sebuah website, karena pada dasarnya domain identik dengan nama dari website tersebut. Untuk memiliki domain sendiri, maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan nama domain. Beberapa pendaftar domain yang cukup terkenal di Indonesia antara lain Domain.com,


NameCheap, GoDaddy, dan Network Solutions. Secara mendasar, terdapat perbedaan yang mencolok antara web hosting dan nama domain. Sederhananya, nama domain identik dengan alamat rumah, sedangkan web hosting sebagai ruang di dalam rumah tempat berbagai perabot ditempatkan dengan semestinya.




2. Cara Mendaftar Nama Domain

Aturan pedoman pendaftaran domain ditentukan oleh Internet Corporation atau ICANN. Badan ini pada dasarnya adalah regulator global untuk pendaftar, web host, dan klien untuk melakukan berinteraksi. Menurut standar ICANN, semua pelanggan yang mendaftarkan nama domain harus memberikan informasi kontak pribadi seperti nomor HP, organisasi, bisnis, dan bahkan pimpinan mereka dalam beberapa kasus. Bagi pelanggan yang mendaftar dengan nama domain khusus negara (seperti ".us" atau ".co.uk"), akan dilakukan konfirmasi apakah pembeli tersebut benar-benar berasal dari negara tersebut. Karena hanya pembeli yang berasal dari negara tersebut yang berhak secara hukum.


Meskipun ada ratusan dengan akhiran nama domain seperti .net, .com atau yang sejenisnya, banyak dari domain tersebut memiliki persyaratan pendaftaran khusus. Misalnya hanya organisasi yang dapat menggunakan nama domain "Org", dan hanya warga Amerika dapat mendaftarkan nama domain yang berakhir di ".us." Apabila tidak memenuhi pedoman dan persyaratan untuk masing-masing jenis domain selama proses pendaftaran dan pembayaran akan membatalkan pembelian. Selama proses pendaftaran, user harus memiliki informasi tentang web hosting yang akan dibutuhkan ketika mengisi DNS dan MX untuk mencatat informasi saat pendaftaran. Kedua catatan menentukan web hosting server konten yang akan ditampilkan saat pengguna menavigasi ke domain, serta bagaimana email ditujukan, dikirim, dan diterima ménggunakan yang paket hosting dan nama domain yang terkait. Informasi yang akurat akan mengurangi kesalahan dan kegagalan.

Hal yang perlu diketahui adalah terdapat perbedaan yang mendasar antara domain dengan sub domain. Misalnya mail.google.com, jika domain dapat dilihat dari google.com, maka mail.google.com adalah sub domainnya. Dalam hal ini, sebuah domain harus unik, misalnya google.com hanya ada satu di dunia dan harus terdaftar di agen domain seperti GoDaddy atau yang sejenisnya. Sedarigkan untuk sub domain, user dapat dengan bebas menambahkannya di atas domain yang ada selama web host menyediakan layanan. Namun demikian, terdapat asumsi bahwa subdomain identik dengan tingkat ketiga domain hanyalah "sub folder" di bawah direktori root domain yang umumnya digunakan untuk mengatur konten website dalam bahasa atau kategori yang berbeda. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada berbagai mesin pencari yang memperlakukan sub domain sebagai domain berbeda yang independen dari domain utama.

3. Privasi Domain

Setiap nama domain memiliki catatan WHOIS yang dapat diakses ke publik yang mencakup informasi pribadi seperti nama pemilik, alamat, nomor kontak, pendaftaran domain, dan tanggal kadaluwarsa seperti halnya yang disyaratkan oleh ICANN (Internet Corporation). Catatan-catatan ini tersedia kapan saja dan untuk siapa saja yang melakukan pencarian WHOIS. Hal ini bisa menjadi masalah yang besar jika karena record domain juga digunakan dengan cara yang tidak sah (ilegal). Sebab, siapa saja dapat melihat catatan WHOIS, spammer, hacker. pencuri

identitas, dan penguntit dapat mengakses informasi tersebut secara bebas. Dengan kata lain, jika seseorang ingin tahu siapa yang memiliki situs yang bersangkutan tinggal menjalankan pencarian WHOIS dengan mengetik nama domain dan memiliki akses ke situs web secara rinci berdasarkan data saat pendaftaran. Meski pun web hosting dan nama domain adalah dua entitas yang berbeda, pada dasarnya sangat terkait satu sama lain.

4. Bandwidth Web Hosting dan File Transfer Protocol

Bandwidth adalah ukuran data maksimum yang dapat di transfer oleh account hosting dalam waktu tertentu yang diukur dalam satuan detik. Istilah bandwidth tidak boleh dicampur dengan transfer data karena pada dasarnya memang dua hal yang sangat berbeda. Dalam istilah awam, jumlah data yang di transfer adalah 'transfer data", sementara tingkat data yang ditransfer adalah 'bandwith'. Transfer data mengacu pada konsumsi bandwidth. Transfer data dan batas bandwidth yang digunakan menjadi hal yang penting saat memilih web host. Biasanya komputer dengan fasilitas sebagai FTP server berfungsi sebagai web server.

a. FTP Server

FTP server adalah komputer server yang memberikan akses FTP ke jaringan local maupun Internet (global). Macam-macam software pembangun FTP server antara lain adalah FTPd, Pro-FTPd, Wu-FTPd, FTPX, dan Troll-FTPd.

b. FTP Client

FTP client adalah komputer yang meminta koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file. Ada beberapa macam jenis FTP client sebagai berikut.


5. Konfigurasi NameServer Hosting

Setelah membangun situs di PC/laptop, dilanjutnya mencari server dengan mencari tahu total space yang dibutuhkan. Jika membuka Dedicated Server Hosting sudah dipastikan harus membuat NameServer atau ChildNameserver terlebih dahulu. Langkah-langkah dalam membuat Nameserver atau ChildNameserver Hosting sebagai berikut.

a. Memiliki domain aktif dan memiliki kontrol penuh terhada domain tersebut dengan Panel Domain diregistrasi tempat membeli domain.

b. Buatlah NameServer/ChildNameserver di domain panel registrar tersebut. Pastikan sudah memiliki IP Address DNS Server/Hosting Server yang akan digunakan. (jika kesulitan dapat menghubungi Team Support Hosting yang bersangkutan untuk mengetahui IP Address Reseller Hosting).

c. Arahkan NameServer sesuai dengan Nameserver/ChildNameserver yang telah dibuat. Misalnya ns1.xxx.net dan ns2.xxx.net. Perhatikan gambar berikut.



d. Setelah membuat dan mengarahkan Nameserver, bukalah WHM kemudian Edit DNS Zone (WHM > DNS Functions > Edit DNS Zone) yang akan dipergunakan untuk NameServer. Jika belum membuat DNS Zone domain tersebut, silahkan di buat terlebih dahulu atau dengan membuat akun baru cPanel sesuai dengan domain yang akan digunakan untuk Nameserver Hosting, kemudian Edit DNS Zone.

e. Pilih domain yang akan dijadikan Nameserver, lalu klik tombol Edit.

f. Tambahkan IN A dari ns1 & ns2 di kolom Add New Entries pada menu Edit DNS Zone. Sesuaikan IP Address untuk Nameserver tersebut dengan IP Address DNS Server/Hosting, lalu klik tombol Save.

h. Konfigurasikan NameServer yang sudah dibuat, agar menjadi default NameServer Hosting di menu WHM > Server Configurations > Basic cPanel & WHM Setup. Isi NameServer 1 dan NameServer 2. Selanjutnya lalu klik tombol Save Changes. Perhatikan gambar berikut.

i. Tunggu sampai NameServer yang buat menyebar ke internet (propagasi) maksimal 1x24 jam. Selanjutnya NameServer Hosting sudah bisa digunakan untuk domain lain yang akan di hosting di Reseller Hosting/VPS/Dedicated Hosting.

6. Upload Website ke Hosting Server

Setelah selesai mendesain dan membuat website secara offline, langkah selanjutnya adalah mengupload website tersebut ke account hosting yang telah didapatkan. Upload adalah proses memindahkan file-file dari komputer ke server hosting sehingga nantinya bisa diakses oleh banyak orang di seluruh dunia. Beberapa cara yang umum dalam melakukan upload file-file website ke server hosting sebagai berikut.

a. Upload menggunakan File Manager

File Manager adalah fasilitas di dalam cPanel yang berguna untuk mengupload (mengunggah) file-file website ke server hosting. Keuntungan mengupload file menggunakan file manager adalah tidak perlu menginstal apapun di server, cukup menggunakan browser dan mengakses CPanel. Sedangkan kelemahannya adalah folder tidak bisa ikut diupload, sehingga harus membuat folder secara manual. Selain itu bisa dibilang bahwa proses upload dilakukan satu-persatu. File manager hanya bisa mengupload 15 file sekaligus dan harus berada di folder yang sama. Seluruh file website yang di upload harus masuk di bawah direktori public_html. Langkah-langkah untuk mengupload file menggunakan File Manager di cPanel sebagai berikut.

1) Masuk atau akses login ke cPanel dan klik pada menu / icon File Manager.




http://www.dialme.com/guides/dolphin7/filemanager-ftp-backup/cPanel-filemanager.jpg

 




2) Jika user berencana mengedit hidden files seperti .htaccess, klik pada pilihan "Show Hidden Files" lalu klik Go. Maka web browser otomatis akan membuka tab atau window baru dengan tampilan seperti gambar sebagai berikut.


3) Langkah selanjutnya adalah klik tombol Upload di menu utama File Manager. Perhatikan gambar berikut.

File Manager Settings

4) Selanjutnya akan terbuka window baru atau tab pada browser seperti gambar berikut.

b. Upload menggunakan software FTP

Upload file menggunakan software FTP cukup mudah. Selain bisa mengupload banyak file sekaligus (termasuk folder-foldernya), ketika koneksi terputus dan proses upload terhenti, bisa melanjutkannya sewaktu-waktu. Selain itu, upload menggunakan FTP bisa diandalkan ketika harus mengupload file-file dalam ukuran besar. Software-software FTP yang banyak digunakan antara lain adalah CuteFTP dan FileZilla. Setelah download selesai, silahkan install file tersebut dan dapat langsung menggunakannya.

1) Prosedur umum

Perhatikan tampilan antar muka FileZilla pada gambar berikut.

Beberapa petunjuk umum yang digunakan pada FileZilla adalah sebagai berikut.

a) Menunjukkan drive dari komputer

Informasi yang diberikan adalah berupa drive-drive dan folder-folder yang terdapat pada komputer. Lakukan klik tanda

(+) untuk menuju ke folder tempat file-file yang akan di upload, atau dengan mengetikkan path langsung ke folder tersebut.

b) Merupakan isi dari folder di komputer

Di sini ditampilkan daftar file di dalam folder yang dipilih pada jendela nomer 1 di atas.

c) Jendela Message (pesan)

Berisi respons dari perintah yang dikirim oleh FileZilla, pesan-pesan tersebut dapat berupa sebagai berikut.




d) Jendela Remote Computer (server)

Remote komputer identik dengan daftar file yang ada di server hosting. Untuk upload website, pastikan berada di dalam direktori public_html.

e) Status transfer file.

Di sini akan ditampilkan nama file yang ditransfer (upload atau download) beserta status transfer.

2) Prosedur melakukan koneksi ke server.

Pada quick connection bar (di bagian atas), terdapat beberapa informasi sebagai berikut.

a) Pada bagian address diisi dengan mengetikkan nama domain tanpa http:// misalnya thoriqkomputer.com, bukan http://thoriqkomputer.com

b) Pada bagian username dan password diisi langsung menggunakan username dan password cPanel

c) Pada bagian port bisa dikosongkan karena akan diisi secara otomatis oleh FileZilla dengan angka 21 (port untuk FTP adalah 21).

3) Prosedur melakukan upload file.

Perhatikan prosedur dalam melakukan upload file dengan FileZilla sebagai berikut.

Gambar 3.14 Tampilan jika koneksi berhasil

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/2a/FileZilla-3.0-fr.png

Koneksi telah berhasil dilakukan, maka dapat melakukan proses upload. Terlebih dahulu masuk ke folder public_html pada website, karena public_html adalah folder tempat file-file akan ditampilkan. Selanjutnya klik dua kali pada folder public_html. Selanjutnya melakukan seleksi file (pada local site) yang akan diupload, lalu klik kanan, dan pilih upload. Atau dengan melakukan drag & drop ke sebelah kanan area, maka secara otomatis file akan terupload.



4) Setelah selesai melakukan upload, pastikan menutup koneksi ke website, apalagi jika menggunakan internet dari fasilitas umum seperti warnet. Caranya dengan klik kanan dan pilih pada icon "disconnect from server".



7. Permasalahan Hosting Server

Beberapa permasalahan hosting server yang sering dijumpai sebagai berikut.

a. Website bisa tampil tapi gambar tidak tampil

Setelah mengupload file-file website ke server, kemudian mencoba membukanya di web browser. Semuanya tampil dengan baik kecuali gambar, hanya muncul kotak kosong tempat di mana seharusnya gambar tersebut berada.

1) Cek Nama File

Server menggunakan sistem operasi Linux yang membedakan penulisan huruf besar dan huruf kecil pada nama file. Jika di script website gambar tersebut dipanggil dengan nama awall.jpg, pastikan file yang diupload bernama awall.jpg, bukan Awall.jpg, awall.JPG atau yang lainnya.

2) Permission File

Pastikan file gambar tersebut permissionnya 644 dan folder tempat gambar berada memiliki permission 755. Untuk memastikannya dilakukan dengan membuka gambar tersebut langsung di browser dan pastikan gambar terbuka dengan baik.

3) Cek Direktori Gambar

Periksa kembali lokasi penyimpanan gambar. Pastikan file gambar tersimpan di folder yang sama dengan yang tercantum di script HTML/PHP.

4) Gambar Menggunakan Script PHP

Jika file gambar menggunakan script PHP untuk menampilkannya, harus memeriksa kembali script PHP tersebut. Umumnya script PHP untuk menampilkan gambar menggunakan fungsi readfile() yang memang diblokir di server kami demi alasan keamanan. Sebagai gantinya bisa menggunakan echo file_get_contents() yang relatif lebih aman.

b. Sudah upload tapi website tidak tampil

Penyebab-penyebab masalah tersebut biasanya simpel, namun tetap perlu dianalisis letak kesalahannya sebagai berikut.

1) File tidak terupload ke direktori public_html

Semua file website dan folder harus berada dibawah direktori public_html (atau lengkapnya /home/username/public_html). Di luar folder tersebut file website tidak dapat ditampilkan. Pastikan telah masuk ke direktori public_html dahulu baru mengupload file. Jika menggunakan FTP, pertama kali setelah software FTP terkoneksi dengan server web hosting, direktorinya adalah /home/username/. perlu mengklik folder public_html dahulu agar bisa masuk ke /home/username/public_html.

2) Tidak ada file index

Nama file yang pertama kali akan ditampilkan sebagai halaman depan haruslah index.* (index.htm, index.html, atau index.php). Tanpa file index, halaman depan website tidak akan muncul.

3) Penulisan nama file index salah

Masih berkaitan dengan point 2 di atas, bisa jadi telah memiliki file index. Akan tetapi penamaannya salah (mengandung huruf kapital). Nama file index harus dalam huruf kecil. Contoh nama file yang benar: index.html/index.htm bukan Index.html /index.HTM

4) Software yang digunakan untuk mendesain web tidak memenuhi syarat

Meskipun tidak selalu terjadi, kadang-kadang apabila membuat website dengan Microsoft Publisher, hasil output file html dari software tersebut tidak standard. Ukurannya cenderung membengkak, atau menggunakan tag (kode) html yang tidak standard. Hal ini menyebabkan website tidak dapat tampil. Gunakan software yang memang diperuntukkan pembuatan website seperti Macromedia / Adobe Dreamweaver dan Microsoft Frontpage.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas

KELAS XII #5 LATIHAN SOAL 2026 VPN SERVER SISTEM KONTROL

SOAL LATIHAN UKK 2026