Bab 6
BAB 6
PERMASALAHAN SISTEM ADMINISTRASI
KOMPETENSI INTI
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-Dasar Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-Dasar Teknik Komputer dan Informatika Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Permasalahan sistem administrasi (troubleshooting) diperlukan pada identifikasi terjadinya gejala-gejala penyimpangan dalam sebuah sistem Prosedur ini digunakan untuk menguraikan kemungkinan penyebab yang menimbulkan gejala-gejala penyimpangan tersebut. Menentukan penyebab identik dengan melakukan proses eliminasi penyebab sehingga ditemukan penyebab yang paling mungkin pada suatu gangguan. Hingga pada akhirnya troubleshooting memerlukan konfirmasi atas solusi yang digunakan untuk mengembalikan kondisi sistem pada kondisi yang seharusnya. Identifikasi atau diagnosa terhadap penyebab gangguan yang terjadi di dalam sebuah sistem itulah yang disebut sebagai troubleshooting. Gangguan di inisialisasi dari gejala-gejala yang menyebabkan penyimpangan operasi sistem dan troubleshooting adalah proses menentukan penyebab dari gejala-gejala ini.
Gambar 6.1 Troubleshooting
https://instalasi-jaringan.com/wp-content/uploads/2014/05/jasa-perawatan-perbaikan-jaringan-komputer-internet.jpg
MENGAMATI
Pelajarilah buku teks maupun sumber lain tentang permasalahan sistem administrasi jaringan dengan baik dan benar!
A. Analisis Permasalahan Sistem Administrasi (Troubleshooting)
Istilah administrasi berasal dari bahasa latin yaitu "Ad" dan "ministratc" yang artinya pemberian jasa atau bantuan, yang dalam bahasa Inggris disebut "Administration artinya "To Serve", yaitu melayani dengan sebaik-baiknya. Administrasi jaringan komputer adalah sebuah pekerjaan dari para administrator jaringan yang bertugas untuk mengatur sebuah jaringan komputer baik dalam skala kecil maupun skala besar Dalam perusahaan besar biasanya administrasi jaringan sangatlah dibutuhkan. Hal ini terjadi karena dalam perusahaan besar terdapat data-data perusahaan yang sangat penting, oleh karena itu diperlukannya administrasi jaringan untuk mengamankan data-data tersebut
1. Konsep Dasar Troubleshooting
Troubleshooting adalah sebuah bentuk pemecahan masalah pada suatu sistem yang sedang mengalami gangguan dengan mencari sumber yang menjadi penyebab masalah tersebut dan kemudian mencari pemecahan atas permasalahan yang terjadi sehingga sistem tersebut bisa beroperasi kembali secara normal. Troubleshooting, pada umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti halnya dalam bidang komputer. administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan. Troubleshooting diperlukan pada pengembangan dan pemeliharaan sistem yang kompleks di mana gejala yang menyebabkan terjadinya gangguan bisa memiliki banyak kemungkinan penyebab. Troubleshooting digunakan pada banyak bidang seperti pada bidang sistem administrasi, elektronika, sistem komputer, reparasi otomotif hingga diagnosa pada bidang medis.
Sebuah sistem bisa diuraikan ke dalam batasan-batasan perilaku yang telah ditetapkan. Kejadian atau input yang diberikan ke dalam sistem diharapkan memberikan output spesifik seperti yang diinginkan. Sebagai contoh adalah ketika ingin mencetak pada printer dari komputer. Tentu ingin menghasilkan cetakan pada kertas dari printer. Tetapi bila ada gejala-gejala terjadinya gangguan maka printer tidak bisa mencetak atau akan menghasilkan cetakan yang amburadul. Terjadinya perilaku yang menyimpang merupakan gejala-gejala terjadinya gangguan pada sistem. Troubleshooting adalah proses mengisolasi penyebab terjadinya gangguan dan kemudian memberikan solusi untuk mengatasi gangguan tersebut.
2. Pengetahuan Dasar Sistem Administrasi Jaringan
Banyak administrator merasa bahwa ketika jaringan menyala dan berjalan, maka pekerjaan telah selesai. Namun sebenarnya, ketika suatu jaringan telah selesai, di situlah pekerjaan sebenarnya dari administrator jaringan di mulai. Setelah mengetahui bagaimana mendesain dan membuat jaringan, termasuk dalam proses memilih, menginstalasi, dan mengetes kabel, serta menentukan di mana tempat kabel diletakkan. Namun, desain dan implementasi jaringan hanya sebagian yang ketahui. Seharusnya mengetahui bagaimana memelihara jaringan dan menjaganya tetap berfungsi pada tingkat yang diinginkan. Ini berarti harus mengetahui bagaimana mengatasi masalah pada waktu mereka muncul. Di samping itu, tahu kapan ekspansi atau perubahan konfigurasi jaringan dilakukan supaya dapat memenuhi permintaan.
a. Definisi dan batas tanggung jawab Pada sebuah jaringan, seorang staf jaringan harus tahu tanggung
jawabnya. Tanggung jawab staf jaringan sangat memengaruhi beban kerja masing-masing orang dan biaya layanan jaringan untuk perusahaan. Semakin besar tanggung jawab staf jaringan, semakin besar biaya resource. Bayangkan sebuah restoran yang dimiliki dan dioperasikan oleh satu individu. Satu orang ini bertanggung jawab untuk semua tugas, termasuk memasak, melayani, mencuci piring, dan membayar tagihan. Biasa, sumber daya manusia restoran tersebut relatif rendah, tetapi kemungkinan untuk tumbuh dan berkembang terbatas sampai pemilik mempekerjakan juru masak, pelayan, dan akuntan. Sekarang setelah tanggung jawab dibagi, restoran dapat melayani lebih banyak orang dengan lebih efisien. Tentu saja, akibatnya biaya resource meningkat seiring adanya pertumbuhan dan ekspansi. Oleh sebab itu, pekerjaan support jaringan bisa meliputi semua aspek jaringan atau dibatasi pada komponen tertentu saja. Tanggung jawab ini perlu ditentukan dan dilaksanakan pada tiap-tiap bagian. Kunci untuk memahami hubungan ini adalah membuat area tanggung jawab terlalu besar bisa memperbesar resource, tetapi membuat area tanggung jawab terlalu kecil membuatnya sulit untuk mengatasi masalah pada jaringan secara efektif.
b. Biaya Jaringan
Administrasi jaringan meliputi banyak tanggung jawab, termasuk analisis biaya. Ini berarti tidak hanya biaya desain dan implementasi jaringan, tetapi juga biaya pemeliharaan, upgrade, dan monitoring jaringan. Menentukan biaya instalasi jaringan bukanlah tugas yang sulit bagi sebagian besar administrator jaringan. Daftar piranti dan harga sudah tersedia; biaya tenaga kerja dapat dihitung menggunakan rating tetap. Sayangnya, biaya pembangunan jaringan hanyalah permulaan saja. Beberapa faktor biaya lain yang harus dipertimbangkan antara lain sebagai berikut.
1) Pertumbuhan jaringan.
2) Pelatihan teknisi dan user.
3) Penggunaan software.
Biaya-biaya ini jauh lebih sulit diperkirakan dibanding biaya membangun jaringan. Administrator jaringan harus melihat tren historis dan pertumbuhan perusahaan untuk memperkirakan biaya pertumbuhan jaringan. Seorang manajer harus melihat software dan hardware baru untuk menentukan apakah perusahaan akan mengimplementasikan mereka dan kapan, termasuk pelatihan para staf untuk mendukung teknologi baru tersebut. Biaya peralatan untuk operasional yang kritis juga perlu dimasukkan ke dalam biaya pemeliharaan jaringan. Bayangkan, bisnis berbasis internet yang menggunakan satu router untuk terhubung ke internet. Jika router tersebut tidak berfungsi, perusahaan Anda tidak dapat melakukan kegiatan sampai router diganti. Ini bisa menyebabkan perusahaan menderita jutaan rupiah karena kehilangan penjualan.
Administrator jaringan yang bijaksana akan menyimpan router cadangan untuk memperkecil waktu downtime perusahaan.
c. Laporan Kesalahan
Manajemen jaringan yang efektif memerlukan dokumentasi yang lengkap, oleh karena itu jika timbul suatu masalah perlu dibuat laporan kesalahan. Laporan ini digunakan untuk mengumpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menentukan masalah, dan juga memberi cara dalam memantau kemajuan dan solusi akhir dari masalah tersebut. Laporan kesalahan memberikan pertimbangan kepada manajemen dalam mempekerjakan staf baru, membeli piranti, dan memberi pelatihan tambahan. Laporan ini juga memberikan solusi untuk masalah yang sama yang telah dipecahkan.
d. Troubleshooting Jaringan
Bahkan ketika jaringan di monitor, piranti dapat diandalkan, dan user berhati-hati, ada saja hal yang bermasalah. Pertama dan paling penting adalah menggunakan jurnal rancang-bangun dan membuat catatan. Pembuatan catatan bisa memberikan cara yang jelas dalam mendiagnosis masalah. Ia bisa memberitahu apa yang telah Anda coba dan bagaimana pengaruhnya terhadap masalah. Ini bisa sangat berharga bagi troubleshooter sehingga usaha yang dilakukan sebelumnya tidak akan diulang lagi. Membuat catatan juga sangat berharga jika masalah diberikan kepada teknisi lain supaya mereka tidak melakukan kembali semua pekerjaan yang sudah dilakukan. Salinan catatan harus disertakan bersama solusi masalah pada waktu trouble ticket diselesaikan, sehingga bisa menjadi referensi untuk masalah serupa yang mungkin terjadi sehubungan dengan masalah tersebut.
Elemen penting lain dari troubleshooting identik dengan penamaan (labeling). Pemberian label tidak hanya meliputi nama kabel, juga di mana ujung yang lain berada dan penggunaan kabel misalnya untuk suara, data atau video. Pada waktu troubleshotting, label seperti ini bisa lebih berharga dibanding catatan pemasangan kabel karena label berada bersama dengan unit dan tidak tersimpan dalam laci di suatu tempat. Bersama dengan label kabel, pemberian label masing-masing port pada hub, switch, atau router berikut lokasi, keperluan, dan titik koneksi akan sangat mempermudah sehingga masalah bisa diatasi. Semua komponen lain yang dihubungkan ke jaringan juga harus diberi label seperti lokasi dan keperluan mereka. Dengan label semacam ini, semua komponen bisa dicari dan keperluan pada jaringan bisa diketahui dengan mudah. Penggunaan label bersama dokumentasi jaringan akan memberi gambaran lengkap tentang jaringan dan hubungannya. Satu hal penting lain yang perlu diingat bahwa dokumentasi hanya berguna jika berisi informasi terbaru (up to date). Semua perubahan yang dilakukan ke jaringan harus dicatat pada piranti atau kabel yang diubah serta dokumentasi yang digunakan untuk menggambarkan jaringan keseluruhan.
3. Dokumentasi Jaringan
Komponen pertama dan paling penting untuk jaringan yang baik adalah dokumentasi. Dokumentasi paling sering dibicarakan dan paling sedikit dilakukan dalam jaringan. Dokumentasi mewakili ingatan administrator jaringan. Ia berisi jurnal rancang-bangun Anda, tetapi tidak berhenti sampai di situ. Dokumentasi juga meliputi: diagram yang menunjukkan jalur fisik layout kabel, jenis kabel, panjang masing-masing kabel, jenis terminasi kabel, lokasi fisik masing-masing panel dinding atau patch panel, dan model penamaan (labeling) supaya masing-masing kabel bisa diidentifikasi dengan mudah.
. Layout MDF dan IDF
Dokumen ini berisi layout fisik dan logical dari Main Distribution Facility dan Intermediate Distribution Facilities pada jaringan. Ini meliputi layout fisik susunan rak, perlengkapan pendukung,server, label patch panel untuk mengidentifikasi terminasi kabel, rincian identifikasi, dan konfigurasi semua piranti ada.
b. Konfigurasi Server dan Workstation
Rincian konfigurasi server dan workstation dibuat untuk masing-masing host yang terhubung ke jaringan. Informasi pada dokumen ini distandardisasi dan berisi hal-hal, seperti pembuatan dan model komputer, nomor seri, drive floppy, harddisk, drive DVD/CD-ROM, kartu suara dan jaringan, jumlah RAM, dan rincian fisik lainnya dari komputer. Dokumen ini juga meliputi rincian konfigurasi komputer, konfigurasi IRQ, DMA dan Base Memory dari kartu peripheral. Dokumen berisi lokasi fisik, user, dan identitas jaringan (alarnat IP, MAC address, subnet, topologi) dari komputer itu.
c. Daftar Software
Daftar software berisi software standar dan khusus yang digunakan masing-masing mesin pada jaringan, dan rincian konfigurasi instalasi standar pada masing-masing paket software. Termasuk juga didalamnya berisi operating system dan aplikasi.
d. Catatan Maintenance
Penting juga untuk menyimpan catatan semua perbaikan yang dilakukan pada perlengkapan yang dimasukkan ke dalam jaringan. Ini akan membantu administrator untuk memperkirakan masalah yang mungkin terjadi dengan hardware dan software pada masa yang akan datang.
e. Langkah Pengamanan
fisik/keras meliputi Dokumen ini tidak hanya meliputi pengamanan lunak seperti hak user, password, dan firewall, tetapi juga pengamanan fisik. hal sederhana seperti Pengamanan mengidentifikasi bagaimana MDF dan IDF dikunci, siapa yang memiliki akses ke ruangan tersebut dan mengapa, bagaimana host dilindungi (kabel pengaman-alarm), dan siapa yang memiliki akses fisik ke sistem.
f. User Policy
User policy merupakan dokumen yang bisa jadi paling penting dan bermanfaat bagi administrator jaringan, karena berisi bagaimana user berhubungan dengan jaringan. Policy tersebut meliputi apa yang boleh dan apa yang tidak dibolehkan pada jaringan. Juga harus disertakan apa nanti konsekuensi bagi user yang melanggar. Aspek lain dari user policy meliputi user ID dan panjang password minimum yang diharuskan, dan aturan untuk isi password. User policy perlu dibuat bersama manajemen perusahaan supaya policy tersebut bisa diterima dan dilaksanakan. Sebagai administrator jaringan, sedapat mungkin buat jaringan yang paling aman dan fungsional bagi perusahaan. Namun, pastikan policy jaringan tidak bertentangan dengan kebijakan perusahaan atau membatasi para user dalam mengakses resource yang diperlukan. Informasi yang dicatat pada dokumen yang disebutkan menciptakan dokumentasi jaringan untuk sistem. Dokumentasi akan membuat maintenance dan upgrade jaringan menjadi lebih teratur. Dokumentasi ini akan memberikan titik awal kepada administrator untuk kembali jika upgrade mengalami masalah atau jika perlu memulihkan jaringan yang tidak berfungsi. Satu poin terakhir tentang dokumentasi jaringan adalah bahwa dokumentasi perlu diperbarui secara kontinue dengan upgrade dan perubahan konfigurasi jaringan terbaru. Jika tidak dilakukan, dokumentasi tidak akan memiliki hubungan yang kuat dengan implementasi jaringan yang sedang digunakan.
4. Tugas dan Tanggung Jawab Administrator
Administrator sistem (sysadmin) identik dengan orang bekerja untuk menjaga dan mengoperasikan sistem komputer atau jaringan. Mereka tidak mungkin bisa bekerja sendirian, tetapi ada beberapa pihak yang selalu mendampinginya dalam setiap pekerjaan dijabarkan sebagai berikut.
Tabel 6.1 Pihak yang selalu mendampinginya dalam setiap pekerjaan
No.
Bagian
Tugas
1. Supervisor
Seseorang yang diberikan wewenang oleh perusahaan untuk memberikan perintah atau tugas-tugas kepada rekan-rekan bawahannya.
2. Reporter
Seseorang yang memiliki tugas untuk mencatat seluruh aktifitas yang dilakukan oleh server, meliputi debug (kesalahan), ketidakstabilan server, dan lain-lain.
3.
Technical staf
Rekan seorang administrator server yang bertugas membantu administrator server dalalam pekerjaanya, utamanya yang berkaitan dengan hal-hal teknis, seperti instalasi listrik, perawatan PC, dan lain-lain.
4.
Non technical staf
Seseorang yang membantu pekerjaan administrator server yang bekerja dalam bidang non teknik, diantaranya merapikan peletakan server, membersihkan, mengamankan dari gangguan bug, dan lain-lain.
5.
Staf Server
Seorang administrator server harus selalu rutin berkomunikasi dengan server untuk menjaga kestabilannya.
6.
Staf Client
Seorang administrator server harus berkomunikasi dengan client agar dapat memastikan bahwa pelayanan dari server yang telah dikonfigurasi benar-benar optimal.
Di samping itu, tanggung jawab seorang administrator sistem antara lain sebagai berikut.
a. Memperkenalkan dan mengintegrasikan teknologi baru ke dalam lingkungan pusat data yang ada.
b. Menganalisis sistem log dan mengidentifikasi potensi masalah dengan sistem komputer.
c. Melakukan audit rutin sistem dan piranti lunak.
d. Menerapkan pembaruan sistem operasi, patch, dan perubahan konfigurasi serta melakukan backup.
e. Instalasi dan konfigurasi hardware dan software baru.
f. Menjawab pertanyaan teknis.
g. Menambah, menghapus, atau memperbarui informasi akun pengguna, reset password, dan lain-lain
h. Tanggung jawab untuk keamanan dan mendokumentasikan konfigurasi sistem.
i. Mengatasi masalah dilaporkan.
j. Sistem kinerja tuning dan memastikan bahwa infrastruktur jaringan dapat berjalan.
Dalam organisasi yang lebih besar, beberapa tugas yang tercantum di atas dapat dibagi antara administrator sistem yang berbeda atau anggota kelompok organisasi yang berbeda. Sebagai contoh, seorang individu yang khusus (s) dapat menerapkan semua upgrade sistem, Quality Assurance (QA) tim dapat melakukan pengujian dan validasi, dan satu atau penulis yang lebih teknis mungkin bertanggung jawab untuk semua dokumentasi teknis yang ditulis untuk sebuah perusahaan. Dalam organisasi yang lebih kecil, administrator sistem juga dapat melakukan sejumlah tugas lain yang terkait dengan bidang lain seperti database administrator (DBA), dukungan teknis, aplikasi analis, administrator jaringan/analis/spesialis, keamanan administrator, dan juga menjadi seorang programmer. Pada intinya administrator network bertugas mengelola serta menjaga seluruh sumber daya pada sistem jaringan agar kinerja jaringan lebih efektif dan efisien dilihat dari fungsi, struktur dan keamanan jaringan itu sendiri. Selain kemampuan teori maupun praktek yang harus dikuasai dengan baik hal lain adalah memiliki etika profesional, tanpa etika dan sikap seorang profesional yang baik maka semua kemampuan teori maupun praktek yang dikuasai tidak akan berarti banyak.
Beberapa hal umum yang harus dikuasai seorang network administrator sebagai berikut.
a. Pengetahuan tentang berbagai piranti keras jaringan komputer seperti repeater, hub, switch, router, antena, kabel dan berbagai piranti pendukung lainnya, pemahaman meliputi cara kerja, pemasangan, dan konfigurasi.
b. Pengetahuan dasar tentang komputer teori maupun praktek. Hal ini sangat penting karena tidak mungkin menjadi seorang administrator jaringan komputer namun bagaimana kerja sistem komputer sendiri tidak dikuasai dengan baik.
c. Pengetahuan tentang sistem keamanan komputer terutama jaringannya (network security) akan sangat membantu dan memberikan nilai lebih.
d. Pemahaman tentang routing teori maupun konfigurasi harus di kuasai dengan baik agar mampu membangun jaringan dengan baik hal ini sangat diperlukan terutama jika komputer ataupun sub organisasi perusahaan sangat banyak.
5. Fungsi dan Tugas Network Administrator
Secara garis besar, beberapa fungsi dan kerja administrator dapat dinyatakan dari irisan antara network, hardware, dan application. Tugas dari administrator jaringan sebagai bagian dari Security management yang menitikberatkan kerja mencakup masalah network administrator keamanan dengan ruang lingkup dikategorikan sebagai berikut.
a. Firewall
Firewall identik dengan sistem atau piranti yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalulintas yang dianggap tidak aman.
b. Username
Username akan digunakan sebagai informasi log in password control (pengendalian pasword yang dimiliki oleh sebuah sistem).
c. Resource access
Network admin mampu melakukan pembatasan penggunaan sumber daya sesuai dengan hak akses yang diberikan.
6. Peranan Administrator dalam jaringan
Istilah administrator digunakan juga dalam jaringan komputer dan internet dimana administrator atau sering disebut dengan istilah admin memiliki wewenang dan peranan yang besar dalam mengendalikan suatu jaringan komputer, baik lokal maupun internet. Peranan Administrator dalam jaringan antara lain sebagai berikut.
a. Mengatur pengguna
Dalam perusahaan yang memiliki jaringan komputer kelas menengah, seorang admin bertugas dalam mengatur pengguna jaringan tersebut. Admin harus tahu dengan baik komputer mana saja dan sumber daya apa saja yang ada dalam jaringan yang ia pimpin.
Admin juga merupakan penegak dari aturan atau kebijakan perusahaan dalam mengakses jaringan sehingga dapat ditaati oleh seluruh pengguna jaringan tersebut. Misalnya memblokir akses jejaring sosial pada saat jam kerja, dan lain-lain. Umumnya dalam jaringan memiliki akun masing-masing. Akun user ini biasanya dikelompokkan berdasarkan nama, jabatan dan kepentingan dalam mengakses jaringan serta waktu akesenya. Setelah akun dikelompokkan, maka baru diberi hak akses penggunaan resources berupa data dan piranti keras sesuai dengan porsi pekerjaan user tersebut.
b. Memastikan keamanan jaringan (security)
Melindungi komputer yang berada di dalam suatu jaringan adalah tugas utama dari admin. Keadaan jaringan komputer yang aman dan berfungsi baik harus dipastikan oleh admin. Komputer dan jaringannya harus terproteksi dari kemungkinan ancaman pihak lain yang tidak memiliki hak akses atau dari ancaman program jahat seperti virus dan malware. Pemilihan antivirus yang tepat dan mengatur hak akses dalam jaringan adalah salah satu hak mutlak yang dimiliki admin untuk menjalankan tugasnya dalam bidang ini.
c. Mengatur cadangan data
Tugas dari admin yang penting lainnya adalah tanggung jawabnya dalam membuat salinan data sebagai cadangan dari data-data penting miliki suatu jaringan dari perusahaan atau instansi tertentu. Backup ini berfungsi sebagai cadangan data saat terjadi hal-hal yang diluar dugaan seperti bencana alam, terhapus data secara tak sengaja atau kerusakan piranti keras penyimpanan data. Dengan backup data, maka admin dapat menyelamatkan data penting perusahaan dan mengembalikannya seperti semula pada saat tanggal terjadinya backup.
d. Update atau pemutakhiran
Tugas ini umumnya berkaitan dengan piranti lunak, namun tidak menutup kemungkinan juga piranti keras. Update sepertinya adalah hal yang sepele namun memiliki dampak besar dalam jaringan tersebut. Update piranti lunak misalnya adalah update sistem operasi dan antivirus, sedangkan update piranti keras misalnya penggantian piranti router atau switch yang sesuai dengan tuntutan jaringan yang berkembang.
e. Troubleshooting atau penanganan masalah
Ini adalah pekerjaan wajib dari admin dalam mengatasi masalah di dalam jaringan. Admin wajib menjaga jaringannya supaya dapat beraktivitas secara normal tanpa adanya masalah. Masalah yang timbul umumnya berupa masalah teknis seperti kerusakan pada komputer, gangguan pada koneksi internet, kabel yang terputus dan lain-lain.
7. Analisa Tugas Administrator dalam Jaringan
Setelah konfigurasi sebuah server selesai, seorang administrator jaringan hanya perlu untuk melakukan maintenance atau perawatan terhadap server tersebut. Misalkan melakukan defrag, analyze terhadap debug atau kesalahan, dan melakukan perbaikan jika ada kesalahan. Selain itu seorang administrator jaringan harus melakukan update dan upgrade sistem, ditujukan agar memperoleh layanan dari sistem operasi yang digunakan secara maksimal. Beberapa hal rutin yang harus dilakukan seorang administrator jaringan dalam kondisi normal adalah sebagai berikut
a. Mendatangi server, melihat aktifitas log, apakah ada yang mencurigakan. Log dapat diartikan adalah rekaman yang dilakukan sistem untuk mengetahui apa saja yang terjadi didalam sistem (jika ada hacker yang masuk)
b. Apabila ada kecurigaan, maka dilakukan troubleshooting (analisa terhadap kesalahan). c
. Mengecek usia software yang digunakan, apakah ada update. d. Apabila ada update, lakukan backup terlebih dahulu, baru lakukan
update. Dilakukan update merupakan langkah antisipasi jika update yang dilakukan menemui kegagalan atau ada tidak kesesuaian dengan sistem yang kita gunakan
e. Melakukan integrasi dengan teknologi baru jika ada, dan melakukan konfigurasi untuk menyesuaikan keadaan perusahaan.
f. Mengatur pengguna, menambah pengguna baru atau menghapus. Ini
dilakukan sesuai dengan keadaan perusahaan.
Secara garis besar, ancaman terhadap server ada 2, yaitu ancaman aktif dan pasif. Ancaman aktif adalah ancaman berupa pengambilan data, pengrusakan data, pemanipulasian data dan lain-lain. Sedangkan ancaman pasif adalah ancaman yang hanya berupa penyadapan data. Tahapan yang harus dilakukan seorang administrator server yaitu mengkonfigurasi, mengelola, dan memperbaiki kesalahan. Sedangkan metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dikategorikan menjadi sebagai berikut.
a. Metode dari bawah ke atas merupakan metode yang paling efektif, karena kita akan sangat teliti, yaitu memecahkan masalah dari masalah yang paling luar, yaitu meliputi masalah hardware sampai software.
b. Metode dari atas ke bawah bisa lebih cepat, karena metode ini dapat dilakukan terhadap sebuah sistem yang sering mengalami kesalahan. Maksudnya jika kita sudah sangat sering mengalami masalah dengan software, kita tidak perlu untuk mengecek hardware, kecuali jika memang diperlukan. Namun perlu diperhatikan bahwa pengecekan yang paling akurat, dan cepat, adalah melakukan pencatatan atas setiap perubahan yang terjadi.
B. Perbaikan Sistem Administrasi
Pandangan terhadap jaringan itu penting. Jaringan adalah sekumpulan piranti yang berhubungan satu sama lain untuk menyediakan komunikasi. Ketika administrator melihat jaringan, haruslah secara keseluruhan bukan individu. Dengan kata lain, masing-masing piranti pada jaringan memengaruhi piranti lain dan jaringan secara keseluruhan. Tidak ada yang diisolasi ketika dihubungkan ke jaringan. Jika server jaringan menggunakan protokol TCP/IP dan host-nya tidak, mereka tidak akan dapat berkomunikasi.
Sebagai perbandingan ambil contoh mobil. Mobil adalah sekumpulan onderdil yang menyediakan transportasi. Mesin memberikan tenaga untuk menggerakkan mobil, tetapi ia tidak akan berfungsi dengan baik jika sistem bahan bakar tidak bekerja atau bannya hilang. Rem juga komponen yang penting, tetapi sekali lagi, tanpa sistem hidrolik rem tidak akan berfungsi dan mobil tidak akan berhenti. Tanpa semua komponen bekerja sama, mobil tidak akan dapat melakukan tugas yang dimaksudkan transportasi. Hal yang sama juga berlaku untuk jaringan.
Jika jaringan bekerja bagus dan admnistrator hanya mengubah protokol pada satu sisi, jaringan berhenti bekerja, karena satu piranti memengaruhi bagaimana piranti lain bekerja. Contoh lain misalnya DNS server dengan alamat IP 202.58.168.7, maka semua host dikonfigurasi untuk mencari DNS server pada alamat IP tersebut. Jika administrator jaringan mengubah alamat IP DNS tanpa mengubah host, maka mereka tidak lagi memiliki layanan DNS. Hal penting yang perlu diingat pada waktu menangani jaringan adalah dengan melihatnya sebagai satu kelompok piranti individu yang saling terhubung. Perubahan yang dilakukan ke router secara langsung akan memengaruhi efisiensi dan keandalan komunikasi seluruh sistem.
1. Mengatasi Masalah Jaringan Dengan Model OSI
Dalam berbagai kasus tentang jaringan, pemahaman dasar tentang model OSI dengan tujuh lapisannya sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini. Sebab pada dasarnya, jaringan rentan terhadap masalah yang dapat terjadi dalam bentuk apapun, mulai dari masalah kecil yang dapat dengan mudah dipecahkan hingga masalah kompleks yang bisa sulit dan mahal untuk diperbaiki. Meskipun tidak ada satu metode atau teknik untuk pemecahan masalah jaringan, selalu disarankan untuk terlebih dahulu memahami dan menganalisis keseluruhan jaringan secara sistematis. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan semua informasi latar belakang mengenai jaringan dan fungsinya.
a. 7 model OSI
Model OSI (Open System Interconnection) merupakan salah satu konsep dasar dalam networking yang memungkinkan pengguna untuk memahami arsitektur jaringan dan bagaimana data dilewatkan dalam jaringan. Ini adalah model kerangka standar untuk semua skema terkait jaringan dan fungsinya. Model OSI terdiri dari tujuh lapisan yang membantu menciptakan model visual dari sebuah jaringan dan protokolnya. Untuk memecahkan masalah jaringan, pertama-tama kita harus mengidentifikasi masalah dan melacaknya secara sistematis. Mengatasi masalah jaringan dengan menggunakan lapisan model OSI mengharuskan kita untuk mengetahui dan memahami fungsinya masing-masing. Lapisan bawah model OSI adalah tempat sebagian besar masalah terjadi. Mulai dari bawah ke atas, model OSI terdiri dari tujuh lapisan sebagai berikut.
1) Lapisan fisik adalah lapisan pertama dalam model OSI. Ini berhubungan dengan segala hal yang menyediakan konektivitas fisik dalam jaringan, seperti kabel Ethernet, kabel serat, kabel telepon, dan jack dinding. Lapisan fisik bertanggung jawab untuk mengirim bit dari satu komputer ke komputer lainnya. Pada layer ini, data ditransmisikan dalam bentuk bit dan direpresentasikan sebagai 0 atau 1. Fungsi penting lainnya dari lapisan ini termasuk mengatur mode transmisi, sinkronisasi, dan konfigurasi jalur. Hub dan repeater biasanya digunakan di lapisan ini untuk mentransfer informasi secara fisik.
2) Lapisan data-link bertanggung jawab atas pengiriman data node-to-node yang andal. Lapisan ini membentuk frame dari bit data dan memainkan peran penting dalam deteksi kesalahan dan koreksi. Lapisan data-link juga menyinkronkan informasi yang harus dikirim melalui data. Fungsi lain dari lapisan ini adalah pembingkaian data, pengalamatan fisik, kontrol aliran, dan kontrol akses. Lapisan data-link dibagi menjadi dua sublayer, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC). Lapisan MAC menyediakan alamat fisik untuk transmisi data dan lapisan LLC memberikan kontrol aliran. Sakelar dan kartu antarmuka jaringan (NIC) adalah komponen jaringan yang umum digunakan dilapisan ini.
3) Lapisan jaringan mendefinisikan rute untuk mengirimkan paket data dari sumber ke tujuan di beberapa jaringan. Syarat seperti routing dan pengalamatan IP berasal dari lapisan model OSI ini.
Lapisan jaringan mendukung layanan connectionless dan
connection-oriented dari semua lapisan yang lebih tinggi. Fungsi utama lapisan ini adalah untuk menangani pengalamatan, perakitan dan pembongkaran paket data, penanganan kesalahan, dan kontrol kemacetan. Router dan gateway adalah piranti jaringan yang paling umum digunakan di lapisan jaringan.
4) Lapisan transport bertanggung jawab untuk pengiriman data yang dapat diandalkan dari satu ujung ke ujung yang lain. Ini memastikan bahwa penerima menerima keseluruhan data secara utuh. Lapisan transport memiliki beberapa protokol untuk memastikan transfer data yang andal. TCP dan UDP adalah dua protokol yang paling banyak digunakan. Firewall adalah piranti jaringan yang umum digunakan di lapisan transport.
5) Lapisan sesi menetapkan, mengelola, dan mensinkronisasi semua interaksi antara sistem komunikasi. Ini mengelola dan menyinkronkan keseluruhan percakapan antara dua aplikasi yang berbeda dalam sistem jaringan. Bahkan transfer data dari satu lapisan ke lapisan lainnya disinkronkan di lapisan sesi.
6) Lapisan presentasi memastikan bahwa data yang sampai pada ujung penerima ada dalam format yang mudah dimengerti dan dapat digunakan. Lapisan presentasi menangani struktur, sintaks, dan semantik informasi yang dipertukarkan antara dua sistem komunikasi dalam jaringan. Penerjemahan data yang ditukar dalam jaringan, enkripsi, dan kesan merupakan fungsi penting lainnya dari lapisan ini.
7) Lapisan aplikasi ada di bagian atas model piramid OSI. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memanipulasi data dengan berbagai cara untuk mendapatkan akses ke jaringan. Email, protokol transfer file, sumber jaringan, dan layanan direktori root adalah beberapa layanan yang disediakan oleh lapisan ini.
b. Pemecahan masalah jaringan menggunakan model OSI
Sekarang kita mengetahui deskripsi dan fungsionalitas semua lapisan dalam model OSI, kita dapat membagi masalah jaringan di antara tujuh lapisan ini dan secara sistematis dapat memecahkan masalah jaringan. Di jaringan manapun, sebagian besar masalah terjadi pada lapisan data fisik, data-link, dan jaringan. Oleh karena itu, selalu disarankan untuk memulai pemecahan masalah dari lapisan fisik dan secara bertahap lanjutkan ke layer aplikasi.
1) Langkah pertama yang harus dilakukan pengguna dalam memecahkan masalah jaringan di lapisan fisik adalah memeriksa apakah semua komponen fisik yang terlibat dalam jaringan terpasang dan bekerja dengan benar. Sebagian besar masalah jaringan terjadi karena pemasangan kabel atau pengakhiran yang rusak. Dalam kasus jaringan nirkabel, redaman sinyal yang berlebihan dan interferensi nirkabel adalah beberapa masalah umum yang harus diperhatikan. Jika semua aspek ini diverifikasi dan masalahnya masih berlanjut, Anda harus mengarahkan kepala ke lapisan data-link.
2) Pada lapisan data-link, verifikasi semua konfigurasi switch dan VLAN bersamaan dengan pengalamatan MAC. Jika masalah masih berlanjut, carilah konflik alamat IP dan coba hilangkan alamat IP duplikat. Sebagai langkah terakhir, periksa spanning tree protocol (STP), karena memainkan peran penting dalam mengelola loop jaringan, yang sering macet atau banjir jaringan.
Komentar
Posting Komentar